Misteri Batu Hajar Aswad Yang Belum Terpecahkan

Loading...
Misteri Batu Hajar Aswad Yang Belum Terpecahkan - Hai sahabat misteripenampakan, Batu hajar aswad merupakan sebuah batu yang berada di tenggara kahba dan dijadikan sebagai patokan untuk jamaah haji melakukan tawaf. Batu ini dipercaya berasal dari surga dan sudah ada sejak jaman nabi Ibrahim. Dahulunya masyarakat jazirah Arab mengkeramatkan batu tersebut, karena dianggap sebagai batu suci bagi mereka. Setelah datangnya Nabi Muhammad, batu tersebut kini diletakkan di samping kahba. Keunikan dari batu hajar aswad adalah ia memiliki wangi yang khas dan unik. Aroma batu ini sudah ada sejak dahulu kala. Sampai sekarang banyak misteri dari batu ini yang belum bisa terpecahkan.

Menurut sebuah hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas, bahwa Nabi Muhammad bersabda :
Hajar Aswad adalah batu yang turun dari surga. Batu tersebut lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu itu menjadi hitam" (H,R Tarmidzi 877)
Diriwayatkan pula bahwa Nabi Muhammad sangat suka mencium batu hajar aswad ketika beliau sedang melakukan tawaf. Adapun misteri batu ini yang sampai saat ini belum terpecahkan adalah batu jenis apakah hajar aswad itu ? Apakah benar ia batu yang bisa mengapung di air ?. Banyak teori hipotisis yang berkembang dari para peneliti.

Sedikit Sejarah mengenai Hajar Aswad 

Ketika Rasulullah berusia tiga puluh lima tahun, beliau belum diangkat oleh Allah sebagai seorang nabi. Waktu itu kota Makkah dilanda banjir besar yang meluap sampai ke Masjidil Haram. Orang-orang Quraisy menjadi khawatir banjir ini akan dapat meruntuhkan Ka’bah. Selain itu, bangunan Ka’bah dulunya belumlah beratap. Tingginya pun hanya sembilan hasta. Ini menyebabkan orang begitu mudah untuk memanjatnya dan mencuri barang-barang berharga yang ada di dalamnya.

Oleh karena itu bangsa Quraisy akhirnya sepakat untuk memperbaiki bangunan Ka’bah tersebut dengan terlebih dahulu merobohkannya. Untuk perbaikan Ka’bah ini, orang-orang Quraisy hanya menggunakan harta yang baik-baik saja. Mereka tidak menerima harta dari hasil melacur, riba dan hasil perampasan.

Di awal-awal perbaikan, pada awalnya mereka masih takut untuk merobohkan Ka’bah. Akhirnya salah seorang dari mereka yang bernama Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy bangkit mengawali perobohan tersebut. Setelah melihat tidak ada hal buruk yang terjadi pada Al-Walid, orang-orang Quraisy pun mulai ikut merobohkan Ka’bah sampai ke bagian rukun Ibrahim. Mereka kemudian membagi sudut-sudut Ka’bah dan mengkhususkan setiap kabilah dengan bagian-bagiannya sendiri. Pembangunan kembali Ka’bah ini dipimpin oleh seorang arsitek dari bangsa Romawi yang bernama Baqum.

Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Mereka berselisih sampai empat atau lima hari. Perselisihan ini bahkan hampir menyebabkan pertumpahan darah. Abu Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi kemudian memberikan saran kepada mereka agar menyerahkan keputusan kepada orang yang pertama kali lewat pintu masjid. Bangsa Quraisy pun menyetujui ide ini.

Allah subhanahu wa ta’ala kemudian menakdirkan bahwa orang yang pertama kali lewat pintu masjid adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang Quraisy pun ridha dengan diri beliau sebagai penentu keputusan dalam permasalahan tersebut. Rasulullah pun kemudian menyarankan suatu jalan keluar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka. Bagaimana jalan keluarnya?

Beliau mengambil selembar selendang. Kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu. Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut. Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah.
Batu Hajar Aswad
Batu Hajar Aswad

Perdebatan Para Ilmuan

Salah satu yang masih menjadi perdebatan para ilmuwan adalah, jenis batuan Hajar Aswad. Ada yang menyebutnya sebagai batu basalt, batu agate atau akik, kaca alami, atau yang paling populer, meteorit.  Seperti dimuat Wikipedia, adalah Paul Partsch, kurator koleksi mineral kekaisaran Austria-Hungaria yang menerbitkan catatan sejarah komperehensif tentang Hajar Aswad pada tahun 1857. Ia condong pada dugaan, itu adalah meteorit.

Sementara pada tahun 1974, Robert Dietz dan John McHone mengajukan pendapat, Hajar Aswad adalah batu akik atau agate. Mereka mendasarkan hiopotesisnya pada atribut fisik dan laporan ahli geologi Arab. Salah satu kunci penting adalah laporan tentang seputar pemulihan Hajar Aswad paca mengalami kejadian pencurian pada tahun 951 Masehi. Ada laporan, bahwa batu suci itu bisa mengapung, jika itu akurat, maka itu akan menepis dugaan bahwa Hajar Aswad adalah batu basalt atau meteorit, sebaliknya daftar dugaan bertambah, ia adalah kaca atau sejenis batu apung.

Pada tahun 1980, Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen mengajukan hipotesis, Hajar Aswad berasal dari fragmen kaca atau impactite dari dampak meteorit yang jatuh sekitar 6.000 tahun lalu di Wabar, situs di Gurun Rub' al Khali, sekitar 1.100 kilometer di timur Mekah. Namun, hipotesis ini dibantah dengan temuan terbaru tahun 2004 yang menduga, usia kawah Wabar sekitar 200-300 tahun

Pendapat Saya

Saya mempercayai secara pribadi tentang apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Muhammad. Beliau mengatakan jika batu tersebut turun dari surga. Kita semua belum pernah menginjakkan kaki di surga, dan ilmu pengetahuan kita tentang surga sangatlah sedikit. Kita hanya diberitahukan gambarannya saja, tanpa kita pernah melihatnya secara langsung. Hal ini lah yang membuat para ilmuan bingung. Surga merupakan tempat yang disediakan oleh sang pencipta bagi manusia yang memiliki kebaikan. Jika batu hajar aswad merupakan batuan yang datang dari surga, bisa dipastikan bahwasanya Surga adalah tempat seperti di bumi tetapi sangat berbeda dengan di bumi.

Menurut saya, jika memang Tuhan sudah menciptakan surga sebelum adanya kita, pastilah surga itu berada di suatu tempat. Coba kita lihat alam semesta ini, sangat  luas dan tidaklah bisa dihitung oleh pengetahuan manusia. Saya meyakini jika surga berada diluar dari galaksi planet kita. Dari struktur batuannya saja sudah berbeda dengan yang ada di bumi, dan dapat kita simpulkan secara sederhana jika batu Hajar Aswad merupakan batu yang berasal dari luar bumi. Bagaimana menurut anda ?

Itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan Misteri Batu Hajar Aswad Yang Belum Terpecahkan, kamu bisa mengisi komentar dibawah sebagai kritik, saran, maupun tanggapan kamu terhadap tulisan ini, kamu juga bisa membaca tulisan kami sebelumnya mengenai Khasiat Dan Manfaat Batu Bacan Part 2. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kamu semua.

0 Response to "Misteri Batu Hajar Aswad Yang Belum Terpecahkan"